Pandangan pasar pekan ini

IHSG naik 0,94 persen ke 6.094, kenaikan mingguan pertama setelah empat pekan turun, dan membentuk kandidat double bottom dengan neckline 6.216 setelah tiga kali bertahan di 6.000. Jual bersih asing menyusut separuh ke Rp2,44 triliun dan BI memilih insentif lindung nilai ketimbang menaikkan bunga.
11 Oktober 2026
IHSG turun empat pekan beruntun ke 6.036 dan kini menguji 6.000 dalam kondisi jenuh jual. Peluang kenaikan bunga Fed Oktober menyusut tajam setelah PCE yang jinak dan data tenaga kerja AS yang lemah, tapi yield obligasi AS 10 tahun di level tertinggi sejak 2002, minyak kembali di atas 100 dolar, dan jual bersih asing Rp5 triliun sepekan masih menahan. Pekan ini diuji cadangan devisa Rabu, risalah FOMC Kamis dini hari, dan dibukanya kembali bursa China. Verdict AlfeySaham: netral condong hati-hati -0,18, base case IHSG 5.930-6.187, plus layer teknikal IHSG, kalender event, radar smart money, dan tiga skenario.

IHSG turun tiga pekan beruntun dan kembali ke level akhir Juli di 6.241, terjepit pengetatan bank sentral global, yield obligasi AS 10 tahun yang menembus 5 persen, rupiah yang mendekati rekor terlemah, dan jual bersih asing. Pekan ini dibuka dengan era baru harga saham minimum Rp1 dan kembalinya short selling, lalu diuji rentetan data: PCE Amerika Rabu, inflasi Indonesia Kamis, dan data tenaga kerja AS Jumat. Verdict AlfeySaham: hati-hati -0,28, base case IHSG 6.150-6.320, plus layer teknikal IHSG, kalender event, radar smart money, dan tiga skenario.

IHSG mundur 1,43 persen ke 6.541 pekan lalu setelah gagal menembus 6.704, dan masuk pekan paling padat kalender dengan nada berat. Panggung terbesar ada di FOMC 15-16 September, dengan pasar memperhitungkan sekitar 85 persen peluang Federal Reserve menaikkan bunga, sehingga dot plot dan nada Warsh yang menentukan reaksi bursa Kamis.

IHSG melonjak 1,82 persen ke 6.636 pekan lalu, sempat menyentuh puncak pemulihan 6.668, ditopang investor asing yang berbalik net buy 2,31 triliun rupiah dan rupiah terkuat hampir empat bulan. Tapi rally membuat indeks jenuh beli tepat saat pekan penuh agenda inflasi global.

IHSG bergerak nyaris datar ke 6.518 pekan lalu dan masuk pekan lintas bulan dengan angin yang lebih menantang. Nada Fed mengeras setelah Ketua Fed Warsh tampil hawkish di Jackson Hole, rebalancing MSCI efektif di penutupan hari ini. Penyeimbangnya minyak yang mereda dan kepastian kepemimpinan Bank Indonesia yang tuntas.

IHSG masuk pekan ini dengan pijakan terkuatnya sepanjang Agustus di 6.525, menembus rata-rata 100 hari dengan investor asing yang berbalik membeli. Namun kalender domestik kosong dan kemudi diserahkan ke agenda global yang berat: data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi AS Rabu, lalu Simposium Jackson Hole dengan pidato perdana Ketua Fed Warsh Jumat.

IHSG masuk pekan pendek empat hari pasca-libur Kemerdekaan di 6.402, dengan arah bergantung besar pada keputusan suku bunga Bank Indonesia Rabu 19 Agustus. Datanya sudah membuka jalan bagi pemangkasan pertama (inflasi jinak 2,88 persen, rupiah menguat), walau konsensus masih memperkirakan tahan.

IHSG melonjak 2,78 persen ke 6.410 setelah trio data domestik solid (PDB Kuartal II 5,29 persen, inflasi jinak 2,88 persen) dan data tenaga kerja AS yang lemah memundurkan kenaikan bunga Fed. Pekan ini dua ujian menentukan arah: CPI Amerika Rabu dan Nota Keuangan RUU APBN 2027 Jumat, di tengah posisi teknikal yang sudah tinggi dan libur Kemerdekaan Senin. Verdict AlfeySaham: konstruktif hati-hati +0,24, base case IHSG 6.300-6.454, plus layer teknikal, kalender event, radar sektor, dan tiga skenario.

IHSG menutup Juli sebagai bulan terkuat 2026 (+10,3%) di 6.236, lalu masuk Agustus dengan angin musiman positif bertemu pekan data padat: inflasi Senin, PDB Kuartal II Rabu, dan NFP AS Jumat, semuanya di bawah Fed hawkish dan kursi Gubernur BI yang kosong. Verdict AlfeySaham: netral condong hati-hati -0,16, base case IHSG 6.100-6.385, plus layer teknikal IHSG baru, kalender event, radar sektor, dan tiga skenario.
Market Outlook Mingguan IHSG naik dua pekan beruntun, +2,82% ke 6.177. BI mengejutkan dengan hike lagi ke 5,75%, The Fed hold tapi hapus forward guidancβ¦
Market Outlook Mingguan IHSG rebound spektakuler +7,38% sepekan ke 6.007, setelah sempat sentuh 5.342 (terendah 66 bulan) hari Senin. Pemicunya: BI menaβ¦
Market Outlook Mingguan IHSG -8,69% sepekan ke 5.594, terburuk di dunia lagi. Rupiah tembus Rp18.035, rekor baru. NFP Mei +172K jauh melampaui ekspektasβ¦