Deep dIve emiten dan hal yang berhubungan dengan market lainnya.

DSSA melepas 9,63 miliar saham treasury (5% modal) menjelang tenggat POJK September 2026, dan banyak yang mengira ini tekanan jual yang menekan harga. Padahal harganya justru naik. Kami bedah dari broker summary, mekanisme blok negosiasi, dan jebakan angka beli asing, untuk menjawab apakah tekanannya sudah reda atau baru mulai.
Sebuah pelabuhan batu bara di papan utama tiba-tiba jadi bahan omongan satu pasar. Harganya lari kencang sepanjang 2025 sampai pekan lalu, padahal komoditas intinya justru lagi lesu. Yang bikin ramai bukan angka di laporan keuangannya, tapi siapa yang sekarang duduk di kursi pengendali, dan apa yang mungkin dia bawa masuk.
Rumornya nyata beredar. Kabar di pasar menyebut, emiten ini menyiapkan rights issue (penerbitan saham baru untuk menambah modal) guna memasukkan sekitar 30 armada kapal LNG milik Grup Sinar Mas lewat skema backdoor listing.
Ada satu grup energi di Bursa yang punya kebiasaan aneh. Tiap kali negara mengumumkan arah baru, motor listrik, sampah jadi listrik, lalu surya, grup ini sudah lebih dulu berdiri di sana. Bukan setahun. Bertahun tahun lebih awal.

Sebuah perusahaan batu bara membelanjakan lebih dari 99 persen belanja modalnya justru untuk bisnis di luar batu bara, dari tambang emas sampai ekosistem kendaraan listrik. Kami telusuri angka semester pertamanya, arah transisinya, dan kaitannya dengan agenda motor listrik nasional yang puncaknya tinggal beberapa hari lagi.

DSSA masih perusahaan batu bara di atas kertas, dengan sekitar 87 persen pendapatan dari tambang, sementara uangnya dipakai merangkai ekosistem pusat data dari listrik, kabel, sampai aplikasi. Pusat data SMX01 mulai beroperasi akhir 2026, dan valuasinya termurah di kelompok sejenis diukur dari kecepatan tumbuh. Sebagian besar cerita digitalnya masih berupa rencana.