Update · Stock Split & Katalis Baru · 15 Mei 2026
Sejak call April di Rp 4.100–4.500, RAJA meroket ke ATH Rp 5.100 lalu koreksi ke Rp 4.400. Dua perkembangan besar mengubah cara kita melihatnya ke depan: laba Q1 yang tahan banting, dan stock split 1:5 yang resmi diumumkan 13 Mei.
Status Posisi dari Call Awal
| Entry awal (Apr 2026) | Rp 4.100–4.500 (mid 4.380) |
| High pasca call | Rp 5.100 (15 Apr) · +18,60% dari mid |
| Harga sekarang | Rp 4.400 |
| P&L dari mid entry | +2,32% (masih profit) |
Yang Terjadi Sejak Call April
Sejak rekomendasi di minggu ke-2 April di kisaran Rp 4.100–4.500, harga RAJA meroket ke Rp 5.100 di pertengahan April. Itu adalah harga tertinggi sepanjang masa (ATH). Setelah itu, harga koreksi perlahan ke Rp 4.400 sekarang. Bagi yang masuk di area mid entry, posisi masih floating profit sekitar 2,32%.
Dua perkembangan besar muncul dalam dua minggu terakhir yang mengubah cara kita melihat RAJA ke depan: laporan keuangan Q1 2026 yang ternyata tahan banting, dan pengumuman stock split 1:5 yang resmi keluar tanggal 13 Mei. Ditambah konteks MSCI freeze yang sedang melanda emiten Indonesia, ini saat yang tepat untuk review tesis kita.
Stock Split 1:5 — Apa Artinya untuk Kita
Manajemen RAJA mengumumkan rencana pemecahan saham dengan rasio 1:5 pada 13 Mei. Persetujuan prinsip dari BEI sudah keluar 5 Mei. RUPS Luar Biasa dijadwalkan pada 23 Juni 2026 di Hotel Shangri-La untuk mendapat persetujuan pemegang saham secara resmi.
| Mekanisme 1:5 | Rincian |
|---|---|
| Sebelum split | 1 lembar @ Rp 4.170 · 1 lot = Rp 417.000 · saham beredar 4,23 miliar lembar |
| Sesudah split (÷5) | 5 lembar @ Rp 834 · 5 lot = Rp 417.000 · saham beredar 21,14 miliar lembar |
Nilai investasi sama, hanya bungkusnya yang berubah. Harga Rp 4.170 adalah harga RAJA saat kabar ini pertama muncul. Harga split sebenarnya mengikuti harga penutupan terakhir sebelum ex-date dibagi rasio split.
Lanjutannya khusus member Premium
Analisis penuh dengan level entry dan exit hanya untuk member Premium ke atas.