📅 Deep Dive · Selasa, 4 Agustus 2026 · Kendaraan Listrik
Sebuah pabrik di Jawa Tengah diresmikan Presiden pada April. Tiga bulan kemudian pabrik itu disebut lagi, kali ini di Gedung Sekretariat Kabinet, saat pemerintah membahas siapa yang layak disebut kendaraan nasional. Kita telusuri emitennya, angkanya, dan jarak antara disebut dan ditunjuk.
Ini cuma sharing dan hasil riset pribadi, bukan ajakan beli atau jual saham. DYOR.
Kendaraan listrik · Perakit dalam negeri
VKTR VKTR Teknologi Mobilitas
Sebuah Pabrik di Magelang
9 April 2026. Presiden Prabowo meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, milik PT VKTR Sakti Industries. Kapasitasnya 3.000 unit per tahun.
27 Juli 2026. Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie beraudiensi dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Gedung Sekretariat Kabinet. Keterangan resmi Sekretariat Kabinet menyebut pertemuan itu menyoroti penguatan industri kendaraan listrik pasca-peresmian pabrik bus dan mobil listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang oleh Presiden.
Nama perusahaannya tertulis di rilis resmi. Bukan tafsir media.
Bus dan mobil listrik. Bukan cuma bus.
Anindya Bakrie memimpin Kadin. Keluarganya mengendalikan VKTR lewat Bakrie & Brothers, 24,41 persen, ditambah Bakrie Metal 14,2 persen. Maka pabrik yang disebut di meja Sekretariat Kabinet itu pabrik grupnya sendiri.
Padahal agenda kendaraan listrik di pertemuan itu dibingkai sebagai tindak lanjut arahan Presiden soal motor listrik nasional. Pabrik VKTR muncul sebagai sorotan terpisah di rilis yang sama. Disebut, tapi di ruangan yang topik utamanya kendaraan roda dua.
📚 Yang Kita Tidak Tahu
Sampai artikel ini ditulis, tidak ada penunjukan resmi, tidak ada kontrak, dan tidak ada keterbukaan informasi ke bursa yang menyebut VKTR masuk program mobil nasional. Penugasan mobil nasional secara eksplisit berada di PT Pindad.
Pemerintah juga belum menetapkan arti "mobil merek nasional". Apakah merek milik perusahaan Indonesia, atau kendaraan berkandungan lokal tinggi yang diproduksi di dalam negeri. Kita belum tahu. Definisi itu yang menentukan siapa kebagian, dan definisi itu belum ada.
Dari Pabrik Baja ke Perakit Bus
VKTR dulunya PT Bakrie Steel Industries. Pabrik komponen otomotif konvensional. Pada 2022 namanya berganti, bisnisnya dibalik total ke kendaraan listrik, dan seluruh portofolio non-inti dilepas. Melantai di bursa 19 Juni 2023.
Empat tahun kemudian posisinya begini: 152 unit bus listrik sudah dipasok ke Transjakarta, sekitar 30 persen dari 500 armada bus listrik yang beroperasi di sana. Sepanjang semester pertama tahun ini masuk 30 unit bus 12 meter.
Padahal pesaingnya banyak. Yang membedakan satu hal: VKTR merakit di dalam negeri, sementara yang lain mengimpor utuh.
📚 Jembatan Istilah: CKD dan TKDN
CKD alias completely knocked down, artinya kendaraan didatangkan dalam bentuk terurai lalu dirakit di sini. Lawannya CBU, kendaraan diimpor sudah jadi.
TKDN alias Tingkat Komponen Dalam Negeri, ukuran berapa persen isi kendaraan itu benar-benar buatan Indonesia. Angka 40 persen jadi ambang yang sering dipakai pemerintah untuk menentukan siapa berhak atas insentif.
VKTR mengantongi TKDN di atas 40 persen untuk bus 12 meter dan 8 meter. Satu-satunya pemasok bus listrik Transjakarta yang merakit secara lokal. Mitra teknologinya BYD, JAC, dan CATL.
Pasarnya meluas keluar Jakarta. Trans Semarang. PO Bagong di Malang. Pesanan borongan untuk peremajaan armada Jawa Tengah dijadwalkan mulai dikirim kuartal ketiga tahun ini.
Angka Semester Pertama
Laporan keuangan keluar 2 Agustus. Penjualan bersih Rp646,62 miliar. Setahun sebelumnya Rp415 miliar.
Naik 56 persen dalam setahun.
| Pos | H1 2025 | H1 2026 |
|---|---|---|
| Penjualan bersih | 415 M | 646,62 M |
| Laba usaha | 807 juta | 16,02 M |
| Laba bersih | 8,05 M | 10,08 M |
| Total aset | 1,79 T | 1,849 T |
| Ekuitas | 1,15 T | 1,2 T |
Laba usahanya yang paling berubah. Dari Rp807 juta ke Rp16,02 miliar. Ini perusahaan yang baru saja berhenti membakar uang di lini operasionalnya.
Dari mana? Dua sumber. Volume penjualan kendaraan listrik naik, dan lini komponen otomotifnya ikut terangkat pemulihan industri otomotif nasional.
Neracanya sehat. Ekuitas Rp1,2 triliun berdiri di atas liabilitas Rp589 miliar. Untuk perusahaan padat modal yang sedang membangun pabrik, komposisi ini lapang.
Tapi labanya tetap tipis. Rp10,08 miliar dari penjualan Rp646,62 miliar. Margin bersihnya di bawah 2 persen. Satu proyek meleset bisa mengembalikannya ke nol.
💡 Ini Temuan Intinya
Kuartal pertama 2026, VKTR mencatat laba bersih Rp10,55 miliar. Setengah tahun, Rp10,08 miliar.
Angka setengah tahun lebih kecil daripada angka kuartal pertama. Artinya kuartal kedua tidak menambah apa-apa, dan kemungkinan mencatat rugi tipis sekitar setengah miliar rupiah.
Kita tidak bisa memastikan keduanya memakai basis pengakuan yang persis sama, dan angka setahun penuh belum ada. Meski begitu, seluruh laba semester ini praktis dihasilkan pada tiga bulan pertama. Pertumbuhan 56 persen itu nyata di baris penjualan. Di baris laba, ceritanya belum semulus itu.
Bus Dulu, Sekarang Truk
Pabrik Magelang tidak berhenti di bus. Di sana juga dirakit beberapa kelas truk listrik, dengan nama-nama sungai dan gunung.
| Nama | Jenis |
|---|---|
| OMBILIN | Truk ringan |
| MUSI | Truk berat |
| MAMBERAMO | Truk jungkit |
| LOKON | Transporter, jarak tempuh 340 km, harga Rp789 juta |
Lalu kenapa truk penting? Karena pembelinya perusahaan. Satu tambang atau satu perkebunan bisa memesan puluhan sampai ratusan unit sekaligus. Pesanan seperti itu mengubah angka penjualan jauh lebih cepat daripada jualan satuan.
Di sinilah muncul sebuah kabar yang ramai di pasar.
PT Jhonlin Agro Raya, perusahaan Haji Isam, sudah mengoperasikan sekitar 120 truk listrik sejak akhir 2025 untuk angkutan kebun dan pabrik sawitnya. Beredar kabar truk itu dipasok VKTR. Kedekatan Jhonlin dengan Grup Bakrie sebagai kontraktor tambang membuat dugaan itu masuk akal.
Sekarang bagian yang tidak enak. Tidak ada keterbukaan informasi di bursa, dari Jhonlin maupun VKTR, yang menyebut kontrak itu. Haji Isam juga punya kebiasaan membeli alat berat langsung dari pabrikan Tiongkok tanpa perantara lokal, seperti saat memborong 2.000 ekskavator pada 2024. Bagaimanapun, statusnya tetap rumor sampai ada pengumuman resmi.
Ambisi ke Hulu yang Berhenti di Kertas
Juli 2022, VKTR meneken nota kesepahaman dengan PT Tambang Nikel Sulteng untuk pasokan bijih nikel. Maret 2022, ada rencana perusahaan patungan bernama Indovolt untuk mengolah nikel sulfat sampai bahan baku baterai, bersama produsen baterai asal Inggris.
Empat tahun berlalu dan mitra baterai asal Inggris itu mengalami masalah keuangan berat. Tidak ada tanda proyek hulu ini berjalan, dan tidak ada kontribusinya di laporan keuangan mana pun.
Maka cerita nikel dan baterai VKTR sebaiknya diperlakukan sebagai rencana lama yang tidak jadi, bukan aset yang menunggu dipanen.
Rencana Penambahan Modal
VKTR sedang memproses PMHMETD I, alias rights issue, alias penerbitan saham baru yang ditawarkan lebih dulu ke pemegang saham lama. Sebagian besar dananya direncanakan untuk anak usaha di bisnis penyewaan kendaraan listrik.
Tujuannya masuk akal. Bisnis sewa memberi pemasukan rutin tiap bulan, berbeda dari penjualan unit yang naik-turun mengikuti tender.
Konsekuensinya tetap ada. Pemegang saham lama yang tidak ikut menebus porsinya melihat kepemilikannya menipis. Harga tebusan dan jumlah sahamnya belum diumumkan.
👀 Yang Kita Pantau
Keterbukaan informasi rights issue. Harga pelaksanaan dan jumlah saham baru, karena ini menentukan seberapa besar penipisan porsi kepemilikan.
Definisi mobil merek nasional. Kalau ukurannya kandungan lokal, VKTR ada di dalam. Kalau ukurannya kepemilikan merek dan penugasan negara, posisinya di luar.
Pengiriman pesanan borongan Jawa Tengah pada kuartal ketiga, karena ini yang menopang angka semester kedua.
Penutup
Ringkasnya: penugasan mobil nasional secara resmi ada di tangan PT Pindad, tapi VKTR berdiri cukup dekat dengan program kendaraan listrik nasional. Pabriknya disebut di meja Sekretariat Kabinet dan kandungan lokalnya di atas ambang. Selama belum ada penunjukan dan keterbukaan informasi resmi, kedekatan itu tetap sebatas irisan yang menjanjikan, bukan kepastian. Yang nyata hari ini adalah penjualan yang tumbuh 56 persen dengan laba yang masih tipis, ditambah rencana rights issue yang porsinya perlu dicermati.
Data perdagangan BEI per EOD 4 Agustus 2026. Konten ini cuma sharing dan hasil riset pribadi, bukan ajakan beli atau jual saham. DYOR.