AlfeySaham
Deep Dive23 Juli 2026

Emiten Kecil dengan Proyek Besar : Deep Dive KETR

📅 Deep Dive  ·  Kamis, 23 Juli 2026  ·  Infrastruktur Digital

Kabel LautAksi KorporasiValuasi Murah

Ada emiten kecil yang menggarap proyek jauh lebih besar dari ukurannya sendiri. Kapitalisasinya cuma sekitar Rp 1,5 triliun, tapi proyek yang dikerjakan bernilai beberapa kali lipat. Dan sekarang sebuah konglomerat besar sedang mengambil alih kendalinya, dengan jendela kritis dalam hitungan hari.

Ini hanya sharing dan hasil research pribadi, bukan ajakan beli atau jual saham. DYOR.

Emiten yang Kita Bahas

Infrastruktur · Jalan tol data di dasar laut

KETR Ketrosden Triasmitra

Kabel laut & fiber optikLaba 2025 +63%Diakuisisi via tender

Berdiri sejak 1994 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021, KETR adalah kontraktor sekaligus pengembang jaringan kabel serat optik darat dan bawah laut, salah satu dari sedikit pemain yang bisa membentangkan kabel di dasar laut secara mandiri.

Berkas kabel serat optik
Berkas serat optik, media yang membawa data lintas benua. Foto: Asurnipal / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).

Ringkasan Cepat

ItemRingkas
Bisnis intiKabel laut & fiber optik (kontraktor, developer, managed service)
Kinerja 2025Pendapatan 750 M (+35%), laba bersih 138 M (+63%)
Target 2026Pendapatan tembus 1.010 M (+35%)
Proyek besarSKKL Indonesia Tengah ~5,95 T (2026–2028)
ValuasiPER ~11–12x, murah disesuaikan pertumbuhan
Aksi korporasiTender offer Grup Sinar Mas, 523 per saham

Sudut Pandang: Kecil di Bursa, Besar di Lapangan

KETR menggabungkan tiga daya tarik dalam satu cerita: kinerja tumbuh cepat, proyek melampaui market cap, dan pengambilalihan oleh grup besar yang melengkapi rantai infrastruktur digitalnya.

Yang diawasi. Harga tender 523 justru di bawah harga pasar, jadi aksi korporasinya tidak sesederhana menunggu dibeli mahal.


Pemain Langka di Dasar Laut

Model bisnis KETR punya tiga kaki. Sebagai kontraktor, perusahaan membangun jaringan milik pihak lain dari studi rute, perizinan, desain, sampai manajemen proyek. Sebagai developer, KETR membangun jaringan sendiri lalu menjual kapasitas di dalamnya. Sebagai penyedia managed service, perusahaan merawat kabel supaya tetap berfungsi selama belasan tahun. Total kabel yang sudah dibangun lebih dari 10.000 km.

Kapal kabel sendiri ✓>10.000 km terbangun ✓Kontrak s/d 15 tahun ✓Papan Pengembangan

Yang membuat KETR sulit ditiru adalah asetnya: kapal penggelar kabel berbendera Indonesia, CLV Bentang Bahari, lengkap dengan sertifikasi maritim internasional. Kemampuan menggelar kabel di dasar laut secara mandiri adalah penghalang masuk yang tinggi, dan cuma segelintir pemain di kawasan yang memilikinya. Menariknya, seluruh perusahaan ini dijalankan hanya dengan sekitar 98 karyawan.

Kapal penggelar kabel laut sedang bersandar
Kapal penggelar kabel laut. Kemampuan mengoperasikan armada seperti inilah penghalang masuk utama di bisnis KETR. Foto: Gordon Leggett / Wikimedia Commons (CC BY 4.0).

Kinerja yang Sedang Deras

Sepanjang 2025, pendapatan tumbuh 35% menjadi Rp 750 miliar, laba usaha naik 39% ke Rp 263 miliar, dan laba bersih melonjak 63% menjadi Rp 138 miliar. Di semester pertama 2025 saja, pendapatan sempat naik dua kali lipat. Untuk 2026, manajemen membidik pendapatan menembus Rp 1,01 triliun. Margin EBITDA tebal di kisaran 29%, meski perusahaan belum membagi dividen.

PENDAPATAN (Rp MILIAR) 556 2024 750 2025 1.010 2026 target

Laba bersih ikut mengalir: dari sekitar 85 miliar (2024) ke 138 miliar (2025).


Proyek yang Lebih Besar dari Perusahaannya

Inilah bagian yang paling menggugah. Kapitalisasi pasar KETR cuma sekitar Rp 1,5 triliun, sementara proyek yang digarapnya bernilai jauh lebih besar.

NILAI PROYEK vs KAPITALISASI (Rp TRILIUN) Kapitalisasi ~1,5 Rising 8 (ekst.) ~1,4 Obligasi ~0,73 Indonesia Tengah ~5,95
Rincian proyek & pipeline

SKKL Rising 8 (Jakarta–Batam–Singapura). Digarap sejak Januari 2026 lewat anak usaha JMP bersama mitra strategis MORA, total 1.128,5 km, kapasitas 400 Tbps. Segmen Jakarta–Batam rampung Mei 2026 dan sudah beroperasi, dengan komitmen dari lima pelanggan sebelum proyek selesai. Nilai investasi ekstensi Singapura sekitar Rp 1,4 triliun.

SKKL Indonesia Tengah. Jaringan 8.732 km yang menghubungkan Bali, NTT, dan Sulawesi. Nilai investasinya sekitar Rp 6 triliun, direalisasikan bertahap 2026 sampai 2028, didanai lewat program obligasi berkelanjutan bertarget Rp 730 miliar dengan peringkat idAAAcg.

Catatan penting. Angka Rp 6 triliun itu nilai investasi proyek yang dibangun bertahap dan dijual sebagai kapasitas ke pelanggan, bukan pendapatan KETR dalam setahun. Pendapatannya mengalir pelan seiring kapasitas terjual.

Meski begitu, kemampuan menggarap proyek sebesar itu menunjukkan skala main KETR jauh melebihi ukuran sahamnya sekarang. SKKL Indonesia Tengah saja hampir empat kali kapitalisasi pasarnya.

DUA JALUR UTAMA SKKL RISING 8 1.128,5 km · 400 Tbps Jakarta Batam Singapura beroperasi Mei 2026 ekstensi ~Rp 1,4 T SKKL INDONESIA TENGAH 8.732 km · ~Rp 6 T Bali NTT Sulawesi bertahap 2026–2028
Dua tulang punggung proyek KETR. Segmen Jakarta sampai Batam sudah beroperasi, sisanya dibangun bertahap.

Kenapa Sekarang Momennya

Permintaan kabel laut sedang meledak justru di halaman belakang KETR. Batam berubah cepat menjadi gerbang digital baru: kampus hyperscale dengan pasokan listrik terkontrak sampai 450 MW sedang dibangun di sana, dan Oracle memilih Batam sebagai wilayah cloud-nya di Indonesia. Kabel bawah laut baru terus mendarat untuk melayani kebutuhan cloud, hyperscaler, dan interkoneksi pusat data AI di Asia Tenggara. Setiap pusat data baru butuh jalur konektivitas berkapasitas besar dan berlatensi rendah, dan itulah yang dikerjakan KETR.

Deretan rak server di ruang pusat data
Ruang pusat data. Setiap fasilitas baru menuntut jalur konektivitas berkapasitas besar dan berlatensi rendah. Foto: BalticServers.com / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0).

Murah Dibanding Pertumbuhannya

Dari sisi valuasi, KETR diperdagangkan pada PER sekitar 11 sampai 12 kali laba 2025. Angka ini murah begitu disandingkan dengan pertumbuhannya. Emiten menara papan atas yang lebih besar dan matang tumbuh sekitar 4 sampai 6% per tahun dan dihargai EV/EBITDA di kisaran 8 sampai 12 kali. KETR tumbuh 35 sampai 63% tapi dihargai pada rasio setara atau lebih murah. Disesuaikan pertumbuhannya, KETR jauh lebih murah.


Diambil Alih Konglomerat

Inilah katalis terbesarnya. Afiliasi Grup Sinar Mas, PT Inti Mas Bangun Sejahtera, melakukan penawaran tender sukarela untuk mengambil alih hingga 994,44 juta saham KETR atau setara 35%, dengan harga Rp 523 per saham. Setelah tender selesai, kendali berpindah ke pihak baru itu, dan penerima manfaat akhir KETR berubah menjadi PT Dian Swastatika Sentosa, salah satu emiten besar Grup Sinar Mas.

📅 Jadwal yang Perlu Dicatat

Pernyataan efektif dari OJK dijadwalkan sekitar 23 Juli 2026, dan pelaksanaan tender berlangsung 28 Juli sampai 26 Agustus 2026.

Syarat. Tender hanya jalan kalau partisipasi mencapai minimal 35%. Kalau kurang, transaksi batal.

Logikanya kuat: Grup Sinar Mas sudah menggarap telko dan fiber lewat entitas lain, dan KETR menambahkan tulang punggung kabel laut untuk melengkapi rantai infrastruktur digitalnya, dari pusat data sampai konektivitas. Ada twist penting: harga tender 523 berada di bawah harga pasar KETR belakangan ini. Jadi selama harga pasar bertahan di atas 523, sedikit pemegang saham yang tertarik menyerahkan sahamnya di harga lebih rendah, dan itu justru bisa membuat syarat 35% sulit tercapai.


Yang Perlu Diwaspadai

Nilai kontrak kotor tidak sama dengan lonjakan laba. Proyek triliunan bisa cuma menghasilkan laba kotor ratusan miliar selama masa pembangunannya, jadi proyek lebih besar dari market cap tidak otomatis berarti sahamnya berlipat.

Bukan pemain tunggal. Banyak proyek kabel besar dipimpin grup lain, dan KETR sering berperan sebagai kontraktor atau mitra.

Overhang & likuiditas. Ada harga tender 523 di bawah pasar, kapitalisasi kecil dengan nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 8 miliar, tambahan utang dari obligasi, dan pendapatan yang lumpy.

LINIMASA TENDER OFFER 23 Jul 28 Jul 26 Agu efektif OJK tender buka tender tutup masa penawaran ~1 bulan harga Rp 523 per saham syarat: partisipasi 35%
Jendela tender hanya sekitar sebulan, dan seluruhnya batal kalau partisipasi tidak mencapai 35 persen.

Ringkasnya: KETR pemain langka di infrastruktur kabel laut, dengan kinerja tumbuh cepat dan proyek bernilai jauh di atas ukurannya. Valuasinya murah disesuaikan pertumbuhan, dan cerita pengambilalihan oleh grup besar menambah daya tarik. Tapi struktur harga tender yang di bawah pasar serta sifat pendapatan yang bertahap membuat ini bukan cerita sesederhana menunggu dibeli mahal.


Data perdagangan BEI per EOD Rabu 22 Juli 2026. Konten ini hanya sharing dan hasil research pribadi, bukan ajakan beli atau jual saham. DYOR.