Deep Dive Emiten · 16 Juni 2026
Tahun lalu rugi, awal tahun ini sudah balik untung. Punya kawasan industri yang sedang naik daun, ditempati pabrik BYD, dan didukung pembangunan tol serta pelabuhan baru. Grup Djarum juga ikut masuk sebagai pemegang saham.
⚠️ Disclaimer: Ini hanya sharing dan hasil research pribadi, bukan ajakan beli atau jual saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan apapun.
Ketika sebuah perusahaan punya tanah yang nilainya terus naik, itu seperti memegang aset yang bekerja sendiri.
Surya Semesta Internusa (kode sahamnya SSIA) adalah pemilik kawasan industri Subang Smartpolitan, salah satu kawasan yang paling dicari saat ini. Di kawasan inilah BYD, produsen mobil listrik raksasa asal China, sedang membangun pabrik terbesarnya di Indonesia.
Tahun lalu SSIA sempat rugi karena penjualan lahan tertunda. Tapi awal tahun ini mereka sudah balik untung, dan ada serangkaian katalis yang bisa mendorong kinerjanya ke depan. Yuk kita bedah pelan-pelan.
Snapshot SSIA
| Harga Sekarang | Rp 1.660 |
| Turun dari High | -14% |
| Laba Q1 2026 | +Rp 89 M |
| Cadangan Lahan Subang | 2.700 ha |
| Pemegang Saham (vs puncak) | -28,9% |
Yang Akan Kita Bahas
- 🏭 Bisnisnya. Kawasan industri, konstruksi, dan hotel. Tiga sumber pendapatan.
- 🚗 Katalis BYD & Patimban. Pabrik mobil listrik raksasa dan infrastruktur pendukung.
- 🤝 Siapa yang masuk. Grup Djarum jadi pemegang saham, smart money akumulasi.
- 📊 Valuasi & area pantau. Murah atau mahal, dan strategi masuk bertahap.
Lanjutannya khusus member Premium
Analisis penuh dengan level entry dan exit hanya untuk member Premium ke atas.