AlfeySaham
Multi Bagger16 Juni 2026

Bedah Emiten Harganya Ambruk 82%, Tapi Penyebabnya Justru Hal yang Menyehatkan

Pemegang saham asal Thailand melepas saham senilai Rp13,7 triliun dalam beberapa hari, menyeret harga turun tajam. Tapi tujuannya bukan kabur, dan yang menampung barangnya bukan retail, melainkan institusi raksasa.

🔬 Deep Dive Emiten 🗓 15 Juni 2026 ⏱ 13 menit baca 🏷 Grup Konglomerasi · IDX

⚠️ Disclaimer

Ini hanya sharing dan hasil research pribadi, bukan ajakan beli atau jual saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan apa pun.

Kalau kamu lihat harga TPIA turun dari Rp10.625 ke kisaran Rp2.000-an, reaksi pertama mungkin panik.

Tapi setelah dibedah, penyebab utama penurunan tajam beberapa hari terakhir ternyata bukan karena bisnisnya rusak. Penyebabnya adalah satu pemegang saham besar yang sengaja melepas sahamnya dalam jumlah raksasa, dengan tujuan yang justru positif untuk jangka panjang.

Chandra Asri (kode sahamnya TPIA) adalah perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia, milik Grup Barito (Prajogo Pangestu). Di artikel ini kita akan bedah apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang menampung barangnya, dan apakah harga sekarang murah atau tidak.

Snapshot TPIA

IndikatorNilai
Harga sekarangRp2.100
Turun dari puncak-80%
PBV sekarang0,28x
Free float baru25,7%

Yang akan kita bahas

  • Bisnisnya · petrokimia terbesar Indonesia, plus kilang minyak baru dari Shell.
  • Drama SCG · kenapa harga ambruk, dan kenapa itu sebenarnya menyehatkan.
  • Siapa yang menampung · bukan retail, tapi institusi raksasa, terlihat di pasar nego.
  • Murah atau mahal? · PBV sekarang vs puncak, fair value, dan area pantau cicil bertahap.
🔒

Lanjutannya khusus member Premium

Analisis penuh dengan level entry dan exit hanya untuk member Premium ke atas.